Pernahkan terpikir oleh Anda bahwa dimasa depresi / krisis multi dimensi sekarang ini, ternyata masih banyak pengusaha (entrepreneur) dan wirausahawan mandiri Indonesia tetap mampu bertahan dan ada pula yang lebih sukses lagi dari masa sebelumnya. Pada hal dalam pasar Global yang semakin kompetitif dewasa ini, semakin sulit untuk memenangkannya. Apalagi dengan adanya terpaan angina Krisis Ekonomi Global (baca dampak…) yang baru terasakan saat ini imbasnya memasuki seluruh jiwa perekonomian global. Selain talenta kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnisnya, di dasari pula adanya factor semangat komitmen yang tinggi, keuletan penuh, kesabaran dan ketawakalan, berjuang dengan penuh kebersamaan dan gotong royong, ditunjang juga dengan ketulusan dalam pelayanan purna jual (personal sales excellent) terhadap customer pun senang dan percaya.

Awalnya ada 2 sistem bisnis yakni Sistem Bisnis Direct Selling / Network Marketing dan Sistem Bisnis Franchise. Dalam rangka mengantisipasi krisis multi dimensi di beberapa Negara termasuk Indonesia, di dalamnya sarat dengan factor yang tersebut diatas, sehingga pertumbuhan dan perkembangan usaha dengan menggunakan Sistem Bisnis Direct Selling / Network marketing dan Franchise di Indonesia saat ini dan dimasa mendatang mempunyai prospek yang baik.

Membawa dampak positif terhadap Perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan pekerjaan baru yang dapat memberikan andil dalam mengatasi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan serta dapat mendorong berkembangnya peluang usaha baru degan adanya spesialisasi dan modernisasi distribusi dan nilai tambah aktifitasi produk nasional.

Oleh karena itu kedua model system bisnis diatas dapat dijadikan sebagai salah satu contoh bagi UKM, baik sebagai mitra usaha maupun dalam rangka upaya penyediaan pasokan barang yang diperlukan oleh kedua model usaha diatas. Guna mendorong pertumbuhan Investasi Binis Direct Selling / Network Marketing dan system Binis Waralaba (Franchise) yang kondusif, maka pemerintah RI melalui Departemen Perdagangan RI telah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/3/2006 tentang tata cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba menjadi Peraturan Menteri Perdagangan No. 31/M-DAG/PER/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba.

Disamping itu pun telah dikeluarkan pula Peraturan Menteri Perdagangan No. 32/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan dengan Sistem Penjualan Langsung yang telah menggantikan Peraturan Menteri Perdagangan No. 13/M-DAG/3/2006 tentang ketentuan dan tata cara penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung.

Dengan telah dikeluarkannya kedua peraturan tersebut erat kaitannya dengan mendatangkan Investor / calon investor dalam negeri / asing untuk dapat menambahkan modalnya di bidang Usaha Waralaba maupun Direct Selling / Network Marketing yang pada akhirnya dapat diharapkan mampu memberikan andil yang cukup besar dalam mengentaskan kemiskinan.

Jika anda telah mengambil keputusan dan atau akan mengambil keputusan untuk menjalankan salah satu dari dua pilihan model system bisnis tersebut di atas, maka akan lebih mengetahui, mengerti dan memahami sepenuhnya hakekat dari sebenarnya bisnis tersebut. Apalagi jika menekuninya dengan baik dan benar, akan lebih maju dan sukses serta menghasilkan performance / penampilan yang lebih menonjol atas prestasi maupun melayani kebutuhan customer pada akhirnya.

Hubungi kami Business Consultan Tiens International di ericserianto@gmail.com Hp. 0819-3370-3356

Disadur dari Majalah TIRO (Edisi 32 November 2008)

Berita terkait :
Waspadai dan Pelajari Network Marketing
Memilih Network Marketing
Jenis – jenis Network Marketing
Network Maketing VS Piramid
Fakta & Bukti