Departemen Pertanian akan fokus mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik dan bio-organik sebagai substitusi pupuk kimia. Hal itu dilakukan dalam rangka menekan pemakaian pupuk kimia yang boros anggaran dan merusak lahan pertanian.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam kunjungan kerja terkait evaluasi program pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan selama empat hari, 19-23 Maret 2009.

Selain terus mendorong penggunaan pupuk organik, Deptan melalui program peningkatan produktivitas tanaman pangan, seperti Sekolah Lapang dan Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu (SL-PTT), memanfaatkan penggunaan pupuk organik.

Terbukti dengan mengurangi penggunaan urea dari 300-400 kilogram per hektar menjadi 100 kilogram, NPK ditingkatkan menjadi 300 kilogram per hektar, dan pupuk organik 500 kilogram per hektar, produktivitas tanaman padi dalam program SL-PTT bisa ditingkatkan. Dua pekan lalu, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menyatakan bahwa riset di bidang pangan, salah satunya diarahkan untuk pengembangan pupuk bioorganik atau biofertilizer.

Hal tersebut dilakukan karena pupuk organik lebih ramah lingkungan, sementara anggaran subsidi pupuk kimia terus membengkak, dan adanya kendala suplai gas ke industri pupuk. Anton menyatakan, penggunaan urea harus dikurangi secara bertahap, tidak bisa langsung besar karena selama ini petani sudah terbiasa dengan urea. ”Harus ada upaya terus-menerus untuk mengajak petani menggunakan pupuk organik,” katanya.

Berita Terkait :

  1. Pupuk Organik Tiens Golden Harvest
  2. Hasil Meningkat
  3. Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik
  4. Untung Petani Padi Organik Pada seminar yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Dinas Lingkungan Hidup Ciamis dengan menghadirkan narasumber dari PT. Existaraya Restu Bumimas, Depok-Jawa Barat, dihadiri 90% pejabat dan staf dari dinas-dinas kabupaten Ciamis, yang membahas penerapan bertani organik tanpa perlu aplikasi kimia dan pestisida dengan biaya murah diperoleh hasil berlipat. Teknologinya dengan sampah organik rumah tangga sebagai kompos berformula nutrisi-nutrisi yang dapat dikelola oleh setiap rumah tangga

[IKLAN]