Isi tabungan sejumlah nasabah Bank Central Asia (BCA) di Bali dilaporkan raib tiba-tiba. Sampai sekarang belum diketahui penyebab hal tersebut. Pihak BCA masih belum bersedia memberikan penjelasan dan penyelidikan masih dilakukan kepolisian setempat.

ATM BCA

Peristiwa bobolnya uang nasabah seperti ini bukanlah hal yang pertama. Kompas mencatat, peristiwa yang tidak kalah heboh pernah terjadi di Jakarta dua tahun lalu, tepatnya November 2007.

Peristiwa tersebut dialami tujuh nasabah BCA di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, gara-gara mereka lupa keluar dari sistem layanan anjungan tunai mandiri (ATM) nontunai. Seluruh isi tabungan mereka ludes.

Pelaku memanfaatkan keteledoran korban untuk keluar dari sistem layanan ATM. Banyak nasabah yang mengira tabungannya tidak bisa dibobol karena tidak ada yang tahu nomor identifikasi pribadi (PIN) mereka. Apalagi saat ini bank melakukan pengamanan dengan selalu meminta PIN untuk setiap kali transaksi.

Masalahnya, di ATM nontunai, kartu ATM tidak perlu berada di dalam mesin ATM untuk bertransaksi. Cukup gesekkan sekali, ketika lampu indikator sudah berwarna hijau, kartu harus diambil lagi. Untuk transaksi berikutnya, nasabah cukup memasukkan nomor PIN.

Pelaku yang ikut antre di belakang nasabah langsung beraksi ketika dia melihat nasabah di depannya lupa memencet pilihan “Tidak” saat mesin menanyakan akan melanjutkan transaksi atau tidak.

Kebun Emas

Aman dari Bobol

Dia cukup punya waktu untuk menghafal nomor PIN korban karena biasanya korban melakukan beberapa transaksi sehingga memencet nomor PIN itu berulang kali. Apalagi nomor PIN itu lalu dia catat di ponsel yang dipegangnya. Tidak ada yang curiga karena orang mengira dia sedang menelepon.

Berdasarkan data BCA, pembobolan yang dilakukan tersangka hanya berselang tiga menit dari transaksi terakhir yang dilakukan korban. Kejahatan seperti ini terjadi karena nasabah lupa menutup rekeningnya seusai bertransaksi. Pelaku memanfaatkan kelalaian nasabah ini

* Share on Facebook

Iklan