Menjadi motivasi bagi saya juga barang kali bagi anda barang kali. Ketika perempuan cantik yang baru berumur 20 tahun ini mampu menerima tugas negara yang saya pikir cukup berat tantangannya. Masih kuliah dan memiliki bayi 1 orang. Tetapi keputusan yang sangat luar biasa ketika Marisol bersedia menerima Jabatan sebagai Kelapa Kepolisian di dearah yang setiap hari bersarang permasalahan narkoba yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Setelah beberap kepala kepolisian dibunuh oleh geng narkoba di kota itu. Satu yang cukup menarik “Bahwa kejahatan tidak harus dikalahkan dengan kekuatan fisik”. Berikut selengkaptnya.

MARISOL VALLES GARCIA : Perempuan Kepala Polisi di Kota Paling Sadis di Mexico

Notes :
Kalau di Indonesia ada Kepala Polisi Cantik Begini, kira-kira para Penjahat pada takut nggak?

Polisi cantik di daerah rawan kiriminal tingkat tinggi

Polisi cantik di daerah rawan kiriminal tingkat tinggi, Meksiko

MEXICO, tribunkaltim.co.id- Luar biasa! Seorang mahasiswi kriminolog menjadi perempuan paling berani di Mexico. Wanita berusia 20 tahun itu tampil sebagai kepala kepolisian di Praxedis G. Guerrero di negara bagian Chihuahua, perbatasan AS-Mexico yang paling ditakuti.

Tribun Kaltim: Marisol, Perempuan Kepala Polisi di Kota Paling Sadis

Marisol Valles Garcia nama kepala polisi itu menyatakan akan berusaha sekuat tenaga agar setiap orang takut kepadanya. Dia menjadi perempuan pertama sebagai kepala kepolisian di wilayah itu, dan menjadikan satu-satu orang yang berani menerima jabatan tersebut meski mendapat ancaman pembunuhan.

“Ya, sungguh mengerikan!,” kata Valles Garcia, Rabu, ketika diwawancara CNN. “Jelas ini manusiawi. Pastilah ada rasa takut itu, akan tetapi kami ingin agar bisa menjamin keamanan dan kenyamanan kota ini.”

Layaklah muncul ketakutan itu. Sepekan silam, Walikota Rito Grado Serrero, 59, dan putranya Rogoberto Grado Villa, 37, dibunuh dalam rumahnya ketika mereka sedang bersembunyi di Ciudad Juarez. Seorang walikota lainnya juga dibunuh, Juni lalu.

Juarez is merupakan kota paling berdarah di Mexico, dilaporkan sekitar 2,500 orang tewas dibunuh dalam bentrok antargang obat bius. Praxedis G. Guerrero berlokasi sekitar 50 km tenggara Ciudad Juarez. Kedua berada di wilayah Negara Chihuahua, berbatasan dengan Texas.

Secara nasional, pemerintah ferderal menyatakan bahwa lebih dari 28,000 orang tewas sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon mengumumkan perang melawan karetl obat bius sejak dia menjabat sebagai presiden Desember 2006.

Polisi cantik di daerah rawan kiriminal tingkat tinggi

Polisi cantik dan ramah lingkungan di daerah rawan kiriminal tingkat tinggi

Valles Garcia megepalai 13 pasukan ‘tanpa kekerasan’ yang kebanyakan wanita dan tanpa senjata. “Penggunaan senjata bagi kami sangat prinsip dan bernilai, akan tetapi senjata paling ampuh adalah melakukan pencegahan,” katanya kepada CNN. “Kerja kami murni mencegah. Kami tidak melakukan pekerja lain selain mencegah,” tuturnya.

Valles Garcia mengatakan bahwa dia mewujudkan program keamanan ini melibatkan masyarakat dan sekolah, mengajak semua pihak untuk bersam-sama menjaga keamanan dan lingkungan dengan cara kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan.

Dia merekrut tiga perempuan lainnya untuk bergabung bersamanya menjaga keamanan kota berpenduduk 8,500 jiwa itu, demikian kata kantor berita resmi pemerintah Notimex pekan ini.

Valles Garcia mengaku bangga menerima tugas ini ketika Walikota Jose Luis Guerrero menawarkan pekerjannya ini kepadanya. “Sejujurnya, kami merasa tenang. Masyarakat bisa menerima kami secara baik. Mereka membantu kami. Masyarakat menyatakan ini pekerjaan luar biasa, dan mereka akan menyokong 100 persen,” tegasnya. (ps/cnn)

Share on Facebook anda bila anda merasa bermanfaat.