Selamat malam teman-teman, saat ini menunjukkan waktu 22.26WIB menurut jam komputer saya, sesungguhnya saya ingin membuat materi untuk acara Workshop Internet Marketing di Pekanbaru pada tanggal 8 Desember 2012 yang akan saya bawakan langsung. Tetapi karena saya merasa turut prihatin dan ingin memberitahukan kepada teman-teman agar jangan terulang kembali seperti yang di alami oleh teman kita ini, maka saya akhirnya memutar tujuan saya dan menuliskan ini.

Salah seorang rekan EA (Enterprenur Action) melakukan pembelian ponsel murah di website ternyata setelah ditransfer uangnya sebesar Rp. 2,4jt ternyata ponselnya sampai dengan saat ini sudah 4 hari tidak dikirim2 dan nomor yang bersangkutan sementara tidak bisa dihubungi. Ada berbagai cara dilakukan oleh PELAKU untuk memperdaya para korbannya, mulai dari tag di facebook, kemudian sms ke hape dan diarahkan ke website yang ujung2nya melakukan penipuan.

Untuk itu saya mencoba menuliskan kembali bahwa Tips dan Trik untuk menghindari Penipuan pada saat melakukan pembelanjaan Online.

Menurut pengalaman saya yang juga pernah mengalami penipuan saat belanja online sejak tahun 2003-an, dimana sebelum melakukan pembelian secara online ada baiknya dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Cek NOMOR KONTAK dengan cara copy dan paste di google, maka akan ketahuan track recordnya, sebagai contoh jika nomor 0853 2222 8292 paste digoogle maka akan muncul, ternyata dia juga memiliki bebrapa blog yang menjual ponsel.
  2. Lakukan hal yang sama terhadap EMAIL, NOMOR REKENING, NAMA WEBSITE. Contoh : Copy dan paste BRI a/n Harun Purnomo. No rek 622301015064538 ke google, ternyata benar bahwa sudah pernah di bahas di twitter dengan hastag #Modus benar ini rekening digunakan untuk penipuan.
  3. Perhatikan nomor rekening di toko online SELALU dipublish, tidak ada toko online yang tidak memPUBLISH nomor rekening, jika tidak ada itu menjadi kecurigaan, tetapi bila ragu gunakanlah REKENING BERSAMA
  4. JIka ada bukti NOMOR RESI PENGIRIMAN misalnya JNE silahkan di copy nomor resi tersebut lalu di paste di website yang bersangkutan, misalnya JNE.CO.ID, silahkan lacak nomor resi yang sudah pernah dia kirim apakah benar keberadaannya atau tidak. bisa lihat contoh NOMOR RESI yang benar ada nomor resi yang saya link langsung ke JNE perhatikan nomor RESInya.

4 hal tersebut dapat anda gunakan agar anda bisa memastikan apakah yang bersangkutan benar2 toko online atau tidak sehingga anda tidak perlu takut untuk melakukan belanja online.

Dari hasil pertemuan yang pernah dilakukan oleh Disperindag Pekanbaru dengan Menkominfo dan Polda Riau bahwa untuk penipuan (baca : Forum Pertemuan Membahas Permasalahan Penipuan Dagang Melalui Internet) yang terjadi selama ini memang masih sulit untuk dilacak karena KORBAN PADA UMUMnya tidak mau melaporkan. Kemudian untuk website yang dilindungi oleh pemerintah adalah yang .co.id (baca dotkodotaidi).

Untuk itu jika memang mau, silahkan laporkan yang bersangkutan kepihak yang berwajib, minimal rekening yang bersangkutan bisa diblokir sementara.

Disamping itu juga bisa melaporkan kepada idsirtii.or.id sebagai organisasi yang dapat membantu permasalahan tersebut sehingga kedepan tidak ada lagi korban2 yang sama pada rekening tersebut. Karena mata sudah mulai mengantuk, demikian tulisan saya, mudah-mudahan bermanfaat, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.