Habiskan Saja Gajimu

Habiskan Saja Gajimu

Tepatnya jam 11.19WIB saya sudah pergi makan siang, seperti biasanya harusnya jam 12 lewatlah. Tetapi kali ini saya lebih cepat lapar karena memang tadi pagi tidak serapan :). Saya sapa pak Haji yang CEO warung makan tersebut, pak Haji apakah sudah masak? udah lapar neh, kata saya. Sambil melihat menu yang ada, mata saya terarah langsung ke ikan, sudah 2 hari belakangan ini nikmat rasanya makan ikan, anda tau itu ikan apa? He.. he… ikan salai yang digulai, oeh.. nikmat coy.

Tapi itulah itu, saya sebenarnya bukan ingin share tentang Ikan Asap atau Ikan salai walapun saya jual ikan salai selais, (tetep), tetapi sebenarnya saya ingin cerita tentang judul ini, “Habiskan saja gajimu“? saya tidak tau apa yang terpikir oleh anda, ketika anda baca judul ini, yang mungkin sudah baca bukunya pasti sudah tau, tetapi saya sebenarnya sudah dapat pelajaran berharga ini dari tahun 2008 lalu ketika baca bukunya pak Safir Senduk judulnya Financial Planning (Perencanaan Keuangan) Oh itu, tentang keuangan… mungkin itu celoteh anda.

Penyakit menular yang sekarang belum bisa diobati adalah penyakit keuangan keluarga, yang bisa membuat anda tidak bisa makan, tidak bisa tidur bahkan ribut dengan keluarga karena pusing kenapa tidak ada yang sisa, kenapa kok sudah bekerja keras kok hasilnya tidak pernah kelihatan. Kenapa itu bisa terjadi karena tidak tau bagaian mana sesungguhnya sedang sakit dan perlu harus diobati. Dan mungkin anda juga mengalami hal ini, ketika berbicara tentang masalah keuangan keluaga yang muncul malah keributan di tengah – tengah keluarga, seolah2 ada yang dicurigai, padahal sesungguhnya ada yang harus dibenahi, jangan sampai penyakitnya terus menerus menular dan harus ada yang diamputasi.

Maka dalam bukunya pak Tung Desem Waringin dikatakan perlu sebenarnya general check-up sehingga jelas seperti apa penyakit yang harus di obati. Kita menyadari ketika sudah melakukan general check-up kita tau apa saja penyakit-penyakit yang harus kita cegah, diobati dan lain sebagainya. Hal ini juga berlaku untuk keuangan keluarga. General Check-Up dimaksudkan disini adalah Financial Roentgen (rongsen).

Jika anda sakit tentu setelah dirongsen anda tau apa penyakit anda yang sebenarnya, maka dalam mengurus gaji alias pemasukan juga perlu dilakukan hal tersebut. Tetapi yang ada pertanyaan yang ingin saya ajukan sebelumnya yaitu mana lebih mudah menghabiskan uang dari pada menyisakan uang. Saya sepakat bahwa anda juga akan menjawab untuk menghabiskan dan akan sangat sulit jika kita untuk meyisakan. Hanya gara-gara menyisakan inilah anda bisa stress, tidak nyaman, dan malah bisa pusing, karena setiap saat anda akan bertanya pada diri sendiri, waduh masih cukup gak ya uang saya, masih ada sisa gak ya untuk tabungan dan lain sebagainya. Maka jika memang anda selama ini stress dengan kondisi menyisakan uang, maka saran saya sepperti dikatakan pak Ahmad Kasali dalam bukunya Habiskan saja Gajimu, tentu dengan cara yang benar ya…..

Lalu bagaimana caranya? tentu ada, dari rongsen keuangan yang sudah dilakukan, mungkin bisa bagi dalam beberapa kategori antara lain :

  1. Kebutuhan Spritual / Sosial
  2. Kebutuhan Investasi / Saving
  3. Kebutuhan Utang / Pembayaran Utang
  4. Kebutuhan Hidup

Apakah selama ini sudah membagi hal tersebut? Atau masih bilang begini “Kalau gaji saya sudah naik, baru deh saya bisa nabung dengan rutin, bisa memberikan sedekah atau sosial” ya sekarang yang penting bisa hidup dan bayar cicilan dulu.

Habiskan Saja GajimuBegitulah sejumlah alasan yang kerap terlontar untuk menyatakan persoalan “kekurangan uang”. Banyak keluarga yang mengeluh dan stres dalam mengatur keuangan mereka karena lebih sering “tekor” di akhir bulan ketimbang bersisa. Itulah kenyataannya!

Namun, betulkah itu masalah sebenarnya? Atau jangan-jangan Anda lah yang salah dalam menetapkan tujuan dalam mengelola uang. Tujuan kita mengelola uang selama ini adalah untuk mengatur bagaimana caranya supaya uang bersisa di akhir bulan untuk ditabung atau diinvestasikan. Namun, kenyataannya bukannya bersisa, kita malah “kehabisan” uang sebelum semua keperluan sempat dibayarkan. Nah saya tidak bisa jelaskan secara detail karena akan panjang sekali, tetapi dengan tulisan ini

Bagaimana caranya agar bisa menabung dan berinvestasi dengan rutin. Daripada “kehabisan” uang setiap bulan, kenapa tidak sekalian saja kita “habiskan”…? anda pasti anda sudah tau dari cerita yang sudah saya jelaskan di atas. Karena saya tau anda sudah sering membuat proposal kegiatan 17an dan lain sebagainya. Maka ketika anda punya proposal anda tau berapa dana masuk dan berapa dana keluar, oce?

Artikel Terkait :

  1. Uang Mengejar Anda dengan pak Tung Desem Waringin – TDW
  2. Blog juga bisa jadi ladang uang
  3. Bertumbuhlah