Tidak terasa, Akademi Berbagi Pekanbaru kelas perdana sekaligus Opening sudah sebulan berlalu, tepatnya 29 September 2013 yang lalu, hari ini sudah masuk ke kelas kedua. Work with Passion menjadi topik yang dibawakan oleh bung Iwan Siregar, masih ditempat yang sama di Cevron Energy Corner.
Akademi Berbagi Pekanbaru

Seperti biasa masih harus mengulur waktu hingga jam 10teng seperti kata relawan Mr.Mulyadi, karena peserta belum bisa ontime. Tapi itulah kondisinya, karena mungkin belum menemukan Passionnya kali ya… ha… ha…

Saya memang tidak bisa fulltime ikut sharenya bung Iwan Siregar (@IwanSiregar) haru meninggalkan tempat kurang lebih 45menit dipertengahan karena ada urusan mendadak. Tetapi menurut saya menarik sekali, bahwa bekerja dengan passin yang tidak sesuai dengan kita, itu sama dengan kerja rodi kalau dulu dijaman penjajahan, (wah segitunya? gak tau kan perasaan kita pasti beda-beda🙂 ).

WORK with PASSION

Bayangkan ada banyak orang yang harus gonta-ganti kerja karena bukan passionnya, ada orang yang terpaksa harus melakukan demi cinta, demi anak, demi dan demi pada hal bukan passion, membuat orang tersebut tidak bahagia. Saya jadi muncul pertanyaan ya, bagaimana cara menemukan passion kita ya? mudah-mudahan ada yang bisa menjawab di kolom komentar di bawah ini nanti.

Bekerja dengan passion

Bekerjalah sesuai gairah (passion) Anda. Dengan passion, siapa pun akan merasa senang dan menikmati pekerjaannya. Lebih dari itu, passion akan memberikan hasil pekerjaan yang optimal. Kata bang Iwan neh (@iwanSiregar) bahkan tidurpun tidak jadi masalah, semuanya lupa ketika memang yang kita kerjakan itu pas dengan hasrat (gairah) kita.

Cerita panjang lebar perjalanannya sejak Kuliah hingga menapaki jabatan penting ditempatnya bekerja saat ini hingga menjadi enterpreneur walapun masih seutuhnya. Padahal kelihatannya sudah mapan ya, tapi karena ukurannya harus 5kali dari gaji yang sekarang baru bisa pensiun dari pekerjaan repot juga ya?🙂

Tetapi bagaimana kalau pekerjaan yang sekarang dijalani bukan passion kita?

Ada yang bilang begini, sebenarnya bahagia bukan ditentukan oleh apakah Anda sudah menemukan passion atau belum. Tapi, cobalah fokus pada masalah besar yang ada di hadapan kita.

Dengan menempatkan masalah biasanya kita akan membuat sebuah keputusan besar, yang tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi sejauh mana kita ingin memberi kontribusi. Orang yang bekerja dengan menghadapi masalah lebih besar akan melakukan sesuatu lebih besar pula.

Jadi, berhentilah mengeluh atau melihat betapa orang lain bisa bekerja sesuai passion-nya sementara Anda tidak. Ada banyak masalah besar yang sebenarnya ada di sekitar, dari masalah pendidikan, kemiskinan, kesehatan, teknologi, urbanisasi, hingga perubahan iklim. Dari semuanya, tentu ada satu masalah yang menjadi perhatian Anda.

Oliver Segovia, dalam blog Harvard Business Review, menuliskan beberapa hal yang bisa jadi membantu menemukan apa yang baiknya Anda lakukan jika tidak atau belum bekerja sesuai passion.

  1. Pertama, bangun kesadaran akan situasi atau lingkungan sekitar. Terkadang kita terlalu sering fokus pada diri sendiri. Cobalah melihat ke luar dunia dan mencoba lebih peka terhadap masalah yang ada di sekitar, pada orang-orang yang kurang beruntung dan terpinggirkan. Keluarlah sesekali dari kantor dan menjadi sukarelawan. Jika masih di bangku sekolah, cobalah keluar dari ruang kelas. Hadapi dunia sebenarnya di hadapan muka. Seperti yang dilakukan oleh bang Iwan ketika kuliah, ternyata beliau pernah menjadi penyiar radio, cie ella… keren ya…
  2. Kedua, lihatlah ketika masalah itu sebenarnya berefek pada kehidupan Anda. Biasanya kita akan termotivasi ketika masalah itu sudah masuk ke kehidupan pribadi. Kita mungkin tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi jauh di kota lain atau di luar negeri, tapi bagaimana jika salah satu dari yang mengalami masalah itu adalah kerabat atau keluarga kita sendiri?

Sebagai contoh, Umaimah Mendhro, yang menghadapi masalah perang yang menimpa kerabatnya di Pakistan. Ia lalu merilis aksi lewat thedreamfly.org, inisiasi yang menggalang dana untuk mereka di area konflik.

Tapi itulah dulu yang bisa saya ceritakan, emang berbicara Passion tidak akan ada habisnya, karena ada berbagai sudut pandang. Tidak ada artinya semua itu kalau tidak action, mulailah dari hal yang kecil terutama dari sekeliling kita, yang barang kali kita selama ini tidak memperhatikan, padahal yang jauh kita sibuk memikirkan yang dekat kita abaikan.

Terimakasih bung Iwan Siregar dan kepada Relawan Akademi Berbagi Pekanbaru yang sudah berusaha memberikan yang terbaik tanpa imbalan jasa. Hanya ketika kita bisa berbagi kita akan bersyukur lebih hebat. Sampai ketemu dikelas ketiga……  eh ada yang lupa, kali ini tidak ada acara foto-foto ya….