Mengetahui Perilaku konsumen dalam belanja online akan membuat para pebisnis online paham akan kebutuhan, sehingga bisa membuat inovasi – inovasi sesuai kebutuhan. Apakah anda sudah tau perilaku dari setiap konsumen anda dalam belanja Online?

  1. Ternyata mereka masih kurang yakin kalau tidak melihat dan mencoba secara langsung produknya.
  2. Kebiasaan untuk melakukan pembayaran secara tunai di tempat pembelian termasuk takut dengan data keuanganna.
  3. Takut kalau kualitas barang tidak sesuai dengan yang dikatakan dalam online.
  4. Alasan tidak memiliki kartu kredit untuk melakukan pembayaran.

Lalu setelah mengetahui ke 4 hal di atas, biasanya para konsumen selalu melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian, riset istilah kerennya, atau cek dan riceklah. Ternayta mereka melakukan riset dengan cara sebagai berikut :

  • 41% lewat mesin pencari seperti Google
  • 37% lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest dan lainnya
  • 20% atau sisanya lewat situs retailer atau toko, melalui situs berita/majalah, blog/forum/message board, email/newsletter, serta situs perbandingan produk.

Nah kira – kira begitulah, cerita singkatnya. Petanyaannya adalah, apakah anda sudah ditemukan oleh konsumen yang 41% ???

Perilaku Konsumen Belanja Online

Simak berita selengkapnya berikut ini : Booming belanja online di Indonesia rupanya menggelitik Google Indonesia untuk melakukan survey pasar. Hasilnya, Google Indonesia menemukan perilaku orang Indonesia saat berbelanja online serta kendala yang dihadapi konsumen. Berikut ulasan lengkapnya seperti dilansir laman salah satu situs Google News. 

Menurut survei Google Indonesia, kendala pertama yang dihadapi konsumen Indonesia ketika berbelanja online adalah keterbatasan akses pada barang yang ditawarkan. Barang yang dijual hanya bisa dilihat konsumen lewat layar komputer atau smartphone tanpa bisa menyentuh atau mencoba produk terlebih dahulu sebelum membeli.

Country Head Google Indonesia Rudy Ramawy di Jakarta, Selasa (1/4/2014), mengatakan bahwa pihaknya telah mensurvei 1300 orang responden yang memiliki akses internet secara random, mengenai perilaku belanja online di Indonesia.

Responden yang disurvei berjenis kelamin pria dan wanita dalam rentang usia 18–50 tahun berasal dari 12 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bali, Medan, Padang, Manado, Makassar, Pontianak, dan Banjarmasin.

Penelitian survei itu membagi responden menjadi beberapa kategori, yaitu orang yang pernah berbelanja dalam sebulan terakhir (recent), orang yang pernah berbelanja online setidaknya enam bulan terakhir (non recent), tak pernah berbelanja online, dan pernah menjual online.

Dua dari lima orang responden pembeli yang tak pernah belanja online serta pembeli non recent, mengaku ingin menyentuh, dan mencoba produk sebelum membeli. Bisa dikatakan, dua dari lima orang khawatir dengan data keuangan mereka bila belanja online, dan dua dari lima orang juga tak yakin dengan kualitas produk yang akan diterima.

Alasan khawatir dengan kualitas produk, dan keamanan data keuangan juga menjadi pertimbangan utama berbelanja online. Selain itu, mereka lebih memilih belanja langsung di toko atau pasar, karena sudah menjadi bagian dari keseharian kehidupan sosial.

Kendala kedua dalam berbelanja online bagi konsumen Indonesia adalah keterbatasan jangkauan atas kartu kredit. Satu dari tiga pembelanja non-online serta satu dari tujuh pembelanja online non-recent mengaku tidak punya kartu kredit.

Namun Rudy justru mengatakan bahwa hal ini justru merupakan kesempatan bagi pelaku bisnis untuk memberikan pengalaman belanja yang menarik sesuai keinginan konsumen tanpa harus menggunakan kartu kredit. Menurutnya, pelaku bisnis belanja online sudah mulai menerapkan ragam cara, seperti transfer lewat ATM atau bayar di tempat (cash on delivery).

“Pelaku bisnis dapat membuat inovasi yang menjadi faktor pembeda,” ungkapnya.

Namun, selain kendala, survei ini juga mengemukakan data bahwa kenyamanan dalam berbelanja, termasuk didalamnya praktis dan hemat waktu, menjadi alasan utama orang belanja online.

“Menghemat waktu” disebut empat kali lebih sering dari pada “harga” sebagai faktor penting berbelanja online, ” ujar Rudy. Dampak Langsung

Perilaku konsumen lain, menurut survei tersebut, adalah tindakan konsumen setelah melihat tayangan iklan online di situs atau blog. Iklan online ternyata mampu memberi dampak langsung pada konsumen. Sebanyak 79 persen melakukan tindakan langsung setelah melihat iklan online dan 85 persen menggunakan informasi dari iklan saat melakukan riset produk.

Konsumen biasanya melakukan riset lewat mesin pencari (41 persen) dan jejaring sosial (37 persen). Sisanya meliputi situs retailer atau toko (20 persen) lalu situs berita/majalah, blog/forum/message board, email/newsletter, serta situs perbandingan produk dengan persentase masing-masing 14 persen.

Sementara itu, survei pada pelaku bisnis berjualan online menyebutrkan bahwa para penjual online disebut lebih tertarik berjualan online karena volume pembeliannya tinggi. Penjual online menyebutkan alasan berdagang online karena potensi pembelanja online lebih besar dibandingkan kesempatan menjual dengan harga tinggi. Empat dari lima penjual mengaku berdagang online karena ada banyak pembelanja online, hanya satu dari lima penjual yang memilih online untuk mendapat harga jual tertinggi.

Data tersebut dikuatkan oleh Chief Executive Officer Blibli.com Kusumo Martanto. Kusumo menjelaskan laba akan lebih banyak diraih bila pembeli banyak meskipun harga yang ditetapkan bukan harga tertinggi. Dia memberikan perumpamaan dengan berjualan cemilan murah di depan Sekolah Dasar yang ramai pembeli. Menurutnya lebih untung berjualan cemilan murah di depan sekolah yang ramai pemebli dibanding menjual makanan mahal di gang yang tidak banyak orang berlalu lalang.

“Jualan akan lebih laku kalau pembeli banyak, lebih baik harganya kompetitif dan sesuai value barang,” ujar dia. Berita terkait Perilaku Konsumen Indonesia dalam Belanja Online, Ini Ulasan Survey Google Indonesia Bersiap untuk Booming eCommerce.