Stem Cell


Melanjutkan rasa penasaran saya seperti tulisan saya kemarin, ( baca : Terapi Stem Cell menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat ) ternyata tidak semua yang berhasil ada juga yang gagal. Saya mencoba mencari – cari informasi dengan paman google, tentang perkembangan stem cell di Indonesia.

Seperti saya kutip dari health.kompas.com, Ada sejumlah penyakit manusia yang tidak bisa disembuhkan hingga saat ini, salah satunya adalah penyakit yang menyerang bagian otak manusia seperti alzheimer dan parkinson. Pengobatan yang dilakukan hingga saat ini adalah dengan meminum obat, hanya untuk memperlambat kerusakan pada otak, bukan untuk menyembuhkan.

Harga Biaya Terapi dan Perkembangan Stem Cell di Indonesia

Banyak para peneliti di berbagai negara yang sedang mencoba mengembangkan pengobatan stem cell atau sel punca untuk penyakit otak ini, termasuk untuk Indonesia yang di gelar oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe). Perusahaan plat merah ini bekerjasama dengan UNAIR merogoh anggaran hingga 11M untuk MOU yang disepakati kedua belah pihak.

Lalu bagaimana dengan Harga, Biaya, Terapi Stem Cell di Indonesiaseperti saya sebutkan kemarin, bahwa kisaran harganya sekitar 45jutaan. Wah memang cukup mahal….  walaupun terapi ini sepertinya masih terasa aneh di Indonesia, walaupun sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Dari berbagai ulasan di media, katanya sih, berdasarkan penelitian selama ini, stem cells aman bagi tubuh. Bahkan, efek samping stem cells justru bisa berbuah manis untuk masalah penuaan atau memberikan efek antiaging.

Uniknya, perkembangan terapi stem cell di Indonesia, cepat sekali berkembang, kalau umumnya masih mahal hingga puluh juta rupiah, kini obat herbal stem cell justru sudah banyak berkembang, terutama untuk stem cell kecantikan wajah. Potensi stem cell atau sel punca yang begitu sangat menjanjikan sebagai terapi berbagai jenis penyakit, membuatnya begitu populer di Indonesia. Bahkan kini, stem cell seolah menjadi gaya hidup di kalangan masyarakatnya. hmmm, pikiran saya gak bisa tenangneh, menyambut peluang yang begitu besar, tapi memulai dari mana ya, kan saya bukan dokter ???? heh.. he….

Artikel Terkait :

Sebenarnya saya sudah lama, ingin tau sebenarnya apa sih stem cellTetapi rame dan bahkan pernah di bahas di beberapa media, dimana para dokter Indonesia menyatakan agar tidak mudah tergiur dengan stem cell murah yang di tawarkan di luar negeri. Tentu biaya yang dikeluarkan tidak murah untuk pengobatan dengan metode ini. Saya menulis ini kembali karena kemarin membaca salah satu media online, bahwa terapi stem cell untuk kanker menjadi harapan baru, karena bisa disembuhkan.

Terapi Stem Cell menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat

Sumber Gambar di ambil dari Internet

Jadi Terapi Stem Cell menyembuhkan Berbagai Penyakit Berat, (baca : Sel Punca untuk kebutaan Manusia) tentu karena namanya berat pastinya mahal, saya pernah baca di China itu untuk terapi ini menghabiskan dana sekitar Rp. 45juta untuk sekali terapi. Wuih mahal bukan, tetapi apalah uang dibandingkan dengan penderitaan. Lalu apakah dengan biaya sedemikian besar di jamin sembuh ??? tentu mengenai hidup mati hanya Yang Kuasa yang memiliki hak, kita hanyalah berusaha.

Sel punca, sel induk, sel batang (stem cell) merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak. (sumber wikipedia).

Seperti rilis merdeka.com Stem cell memiliki dua jenis utama yaitu adult stem cell dan embryonic stem cell.

  1. Adult stem cell adalah sel induk yang sudah dewasa dan sudah memiliki fungsi spesifik dan hanya membentuk jenis sel yang segolongan. Contohnya stem cell jantung hanya dapat membentuk sel otot jantung dan sel arteri jantung. Sedangkan,
  2. Embryonic stem cell sel induk yang merupakan awal mula dari terbentuknya sebuah organ tubuh. Sel ini akan terus membelah diri hingga membentuk janin yang kemudian lahir menjadi bayi.

Seperti saya jelaskan di atas tadi bahwa stem cell itu mahal pastinya. Untuk menjalani terapi stem cell, ada dua metode yang cukup terkenal yaitu metode transplantasi dan metode injeksi. Kedua terapi ini cukup mahal untuk dilakukan, berkisar antara ratusan juta hingga milyaran setiap 1 paket terapi. Selain dengan dua metode tersebut, baru-baru ini para peneliti sedang bekerja untuk menciptakan metode oral dalam menjalani terapi stem cell. Sebab metode oral ini jauh lebih murah dibandingkan dengan metode transplantasi atau metode injeksi.

Saya tidak tau apakah ini yang dimaksud istilah stem cell yang digunakan pada produk – produk yang bermunculan saat ini, dimana yang paling banyak digunakan adalah stem cell untuk kecantikan wajah

Pengobatan stem cell atau sel punca dinilai bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung dan Alzheimer. Kali ini, dokter Robert Lanza, kepala dari Advanced Cell Technology di Massachusetts, Amerika Serikat, berhasil menemukan kegunaan sel punca untuk kebutaan pada manusia.

Percobaan pengobatan sel punca dilakukan pada 18 pasien yang menderita dua jenis kebutaan, macular degeneration (kebutaan yang muncul pada manusia usia 60 tahun ke atas) dan Stargardt macular dystrophy (kebutaan yang muncul sejak lahir). Semua pasien akan diberikan transplantasi sel epitel retina (RPE) dari sel-sel punca dari hasil prosedur In Vitro Fertilization atau IVF (proses penyatuan sperma dan sel telur dalam tabung).

Lanza dan timnya merancang proses pengobatan sel punca yang dapat berubah menjadi RPE. Pada pasien macular degeneration, sel RPE bertanggung jawab pada hilangnya penglihatan yang berfungsi untuk merasakan cahaya di retina yang sehat. Sementara itu, sel RPE pada Stargardt macular dystrophy menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap.

Gabungan sel punca dengan RPE dimasukkan langsung ke dalam ruang depan retina mata yang paling rusak pada masing-masing pasien. Sel-sel RPE baru memang tidak bisa membentuk sel baru, tapi dapat membantu meningkatkan sel-sel RPE yang telah mati untuk memproses cahaya dan membantu pasien untuk melihat.

“Tujuan utama kali awalnya adalah mencegah kebutaan agar tak bertambah parah dan mencoba keamanan terapi, bukan untuk mengembalikan penglihatan. Namun, hasil yang ditemukan dari uji coba ini justru lebih baik, yaitu meningatkan penglihatan pada pasien buta,” kata Lanza, seperti dilaporkan Time, Selasa, 14 Oktober 2014.

Ruang retina menjadi sasaran operasi ini karena di sanalah satu-satunya tempat di mana sel-sel kekebalan tubuh tidak bisa masuk. Meski begitu, untuk pencegahan, pasien tetap diberikan obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh selama satu pekan untuk 12 pekan proses operasi.

“Setelah operasi, kami memantau semua aktivitas pasien selama tiga tahun penuh. Setengah dari mereka mampu membaca tiga baris pada grafik mata. Ada juga yang sudah bisa membaca jam dan menggunakan komputer,” kata Lanza.

Sumber : Tempo.co RINDU P. HESTYA | TIME

« Laman Sebelumnya