Stafnya

Staf bank ditangkap soal pembobolan ATM

Polisi Indonesia menetapkan seorang pejabat sebuah bank sebagai tersangka dalam sejumlah kasus pembobolan ATM akhir-akhir ini.

Kepala bagian reserse dan kriminal Mabes Polri, Komjen Ito Sumardi, hari Senin mengatakan bahwa pejabat sebuah bank tersebut sudah ditahan dua hari lalu.

“Dia yang memberikan data-data ya. Dalam kapasitasnya memang dia yang bisa membuka data-data nasabah,” jelas Ito Sumardi.

Ito Sumardi mengatakan pejabat bank itu ditahan berdasarkan bukti-bukti serta keterangan saksi yang diperoleh kepolisian dari penyelidikan terhadap para pelaku yang sudah ditangkap sebelumnya.

Namun Ito Sumardi menolak menjelaskan nama bank tempat dia bekerja dengan alasan khawatir masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap bank itu sehingga menimbulkan rush.

Ito juga menekankan kepercayaan masyarakat harus tetap dijaga dan di mana pun juga bank-bank besar memang selalu jadi sasaran kejahatan ATM.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah menahan tiga puluh orang lebih berkaitan dengan berbagai kasus pembobolan ATM di Indonesia.

Bagaimana pendapat anda? Apakah anda terkejut bahwa ada staf bank yang terkait dengan pembobolan ATM di Indonesia?

Apakah kepercayaan anda terhadap sistem perbankan menurun karena adanya pembobolan akhir-akhir ini ?

Saran apa yang bisa anda berikan bagi nasabah lain untuk tidak menjadi korban serupa?

Kami menunggu pendapat anda

Pelaku di Bali Diduga Kaki Tangan Alex Rusli

Pelaku di Bali Diduga Kaki Tangan Alex Rusli

Polisi menduga pelaku pembobolan sejumlah Anjungan Tunai Mandiri
(ATM) di Bali memiliki keterkaitan dengan pelaku pembobolan ATM di Jakarta. Mereka diduga merupakan kaki tangan dari Alex Rusli.

“Kemungkinan dia kaki tangan Alex,” kata sumber di kepolisian kepada detikcom, saat ditelepon Selasa (26/1/2009) malam.

Saat dikonfirmasi ke Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar belum bisa memastikan keterlibatan keduanya. “Kalau kaki tangan secara pasti belum ada fakta-fakta yang mengarah ke situ,” jelas Boy.

Meski demikian, polisi tidak mengaku akan mendalami keterkaitan keduanya. “Jika ada keterkaitan, tentunya ini akan kita selidiki,” urainya.

Dugaan keterkaitan tersebut, menurut sumber karena terdapat kemiripan dalam modus pembobolan ATM. Para pelaku menggunakan modus skimming dalam upaya menyedot saldo di rekening para nasabah bank.

Alex Rusli adalah otak dari pembobolan ATM di Jakarta. Dia tertangkap

Kebun Emas

SPONSOR

polisi pada Oktober 2009 lalu. Alex dan teman-temannya kini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Mereka kini ditahan di LP Salemba, Jakarta Pusat. Alex diduga telah lama menjalin kerjasama dala kejahatan ini dengan pihak luar.

Dikatakan Boy, Alex memiliki jaringan dengan Australia dan Kanada. Dalam prakteknya, hasil pengkopian data rekening nasabah di Indonesia kemudian ditransfer ke Kanada dan Australia.

“Semua data dia kirim by email dan ada alat khusus untuk mentransfer data tersebut,” papar Boy. Polri kini tengah bekerjasama dengan interpol untuk mengungkap jaringan internasional tersebut.

Jangan Lupa! Share on Facebook