………….. Salah satunya adalah di Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Lahan yang diuji coba adalah lahan milik Bapak Anto binaan dari Bpk Jamal Jarammang Distributor Sulawesi. Lahan ini terletak di Bunu Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang..

Hasil panen yang diperoleh dengan biaya sebesar Rp. 30 juta adalah 3,3 ton. Kemudian bapak Anto diperkenalkan dengan TGH….

Ternyata setelah menggunakan TGH.. Biaya yang dibutuhkan dari pembibitan sampai dengan panen jauh berkurang. Sekarang ini biayanya adalah 12 juta dengan hasil panen yang meningkat hingga lebih dari 5 ton sekali musim.

Bagaimana ceritanya silahkan baca di www.tiensgoldenharvest.co.cc
baca di Menu Aplikasi Tiens Golden Harvest pada bawang

Mari kita bangun ekonomi kerakyatan dengan visi Tiens Golden Harvest adalah Sahabat Petani.

Peluang terbuka utk seluruh Indonesia.
Market Pupuk di Indonesia lebih dari Rp. 40 triliun/tahun. 70% penduduknya adalah petani. Sebuah peluang bisnis yang sangat potensial. Belum lagi seluruh dunia sedang gencar memulai suatu gerakan pertanian ramah lingkungan.

koran sib menyebutkan… (sumatra saja)
……………. rencana kebutuhan pupuk yang ditetapkan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun 2007 sebanyak 722.000 ton, namun realisasi ketersediaan pusat lebih banyak yakni 201.000 ton.
Secara rinci, diterangkan bahwa pada tahun 2007 rencana kebutuhan 722.000 ton itu terdiri dari pupuk urea 313.000 ton, realisasi 148.000 ton. Pupuk Sp36 sekitar 181.000 ton lebih, realisasi 23.000 ton. Pupuk ZA 106.000 ton, realisasi 23.000 ton. NPK 122.000 ton, realisasi 27.000 ton.

Pupuk hayati Ramah Lingkungan Tiens Golden Harvest memberi solusi untuk kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan pupuk Tiens Golden harvest dapat mengurangi 50% pemakaian pupuk kimia. Dengan kebutuhan 722.000 ton pertahun hanya untuk wilayah sumatra harusnya dapat di bagikan 50% kedaerah lain jika Tiens Golden Harvest digunakan. Ini peluang yang sangat besar.

Jaringan retail pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. Dengan modal

Pupuk hayati Tiens Golden Harvest (TGH) sedang naik daun. Permintaan meledak dimana-mana, sehubungan dengan hal tersebut sekarang TGH terdiri dari 2 kemasan yaitu 1 liter dan 5 liter. Menurut informasi ada dua hal produk tersebut mengalami lonjakan permintaan. Yaitu kualitas produk dan peluang repeat order 100% yang cukup besar.

sampai – sampai kapasitas pabriknya diperbesar lebih dari lima kali lipat karena harus mengikuti perkembangan permintaan pasar dari Tiens International yang meingkat secara signifikan.

saat ini produk local yang menjadi incaran negara tetangga seperti Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand dan Australia. Melihat perkembangan permintaan seperti ini, kemungkinan besar akan membuka pabrik diluar negeri untuk melayani pasar tersebut.

Ayo, tunggu apa lagi! Tahun 2015 pertanian indonesia harus sudah ramah lingkungan. Kita tunjukkan konstribusi kita

HARGA RESMI : DISTRIBUTOR Rp. 90.000,- / LITER & HARGA ECERAN TERTINGGI Rp. 106.500,-
HARGA DISTRIBUTOR SAMA DISELURUH INDONESIA


Hubungi kami segera :

Erianto Simalango/ eric

0819-3370-3356 / ericserianto@gmail.com


Pekanbaru – Para petani mandiri kini menjerit akibat anjloknya harga tanda buah segara (TBS) kelapa sawit hingga Rp 400/kg dari harga normal Rp 2.000/kg. Salah satu alternatif membantu keterpurukan tersebut adalah melalui subsidi pupuk.

“Salah satu solosi untuk membantu keterpurukan para petani sawit atau petani karet yang saat ini harganya anjlok, pemerintah harus segara memikirkan untuk mensubsidi semua kebutuhan pupuk. Kalau tidak, para petani kita akan terus terpuruk,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Provinsi Riau, Wisnu Soeharto dalam perbincangan dengan detikFinance, Rabu (15/10/2008).


“Harga pupuk paling murah untuk Rp 400 ribu per sak dengan berat 30 kg. Perkebunan sawit normalnya harus dipupuk dalam jangka waktu tiga bulan sekali. Dengan harga yang begitu tinggi, sekali memupuk petani harus mengeluarkan dana belasan juta. Itu tidak sebanding dengan penghasilan sawit yang mereka panen,” kata Wisnu.

Wisnu menjelaskan, bila kebun sawit tidak dilakukan pemupukan secara rutin, hal itu juga akan berimbas dengan harga. Selain hasilnya panen semakin sedikit, pabrik kelapa sawit juga akan memberikan harga yang rendah karena buah yang tidak berkwalitas.
—————————————————————————————–
Tiens Golden Harvest bisa berperan penting dalam rangka mengatasi harga pupuk yang begitu mahal pada saat krisis sekarang ini. Karena Golden Harvest dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia hingga 50%.

Baca selengkapnya di http://www.tiensgoldenharvest.co.cc