Belanja online ditipu, agar Uang Kembali Setelah ditipu saat belanja Online, bolehlah anda ikuti tahapan – tahapan berikut ini.

bagaimana cara menghindari penipuan belanja online

Pagi ini saya mencoba membuka akun linkedin saya, karena setiap pagi.. selain akun sosmed facebook dan lainnya saya juga suka buka linkedIn ini. Saya terkejut juga, setelah membaca capture dari salah satu temen yang menyatakan bahwa ada penipuan sebesar 3,5juta setelah ditranfer barang tidak dikirim. Wah ini memang dasyat sekali ya… saya jadi teringat ketika saya beli hape beberapa tahun silam, transfer juga senilai 3.250.000 sampai sekarang barangnya tidak pernah dikirim.

Baca : Daftar Toko Online Penipu

Makanya saya pernah menulis juga tentang daftar toko online penipu, tujuannya agar banyak orang yang terselamatkan. Hingga saat ini saya sudah berjualan online sejak 2010, berusaha menjaga reputasi agar tetap bisa dipercaya. Karna bisa saja saya tidak mengirim barang, tetapi jejak digital tidak akan bisa dibohongi. Kan merugikan sekali, terutama nanti ke anak2 kita.

Coba bayangkan, kalau anak2 kita kelak, dewasa mengetikkan nama kita di Google misalnya Erianto Simalango lalu yang muncul adalah jejak digital kita adalah penipuan semua, sedih sekali ya.

Agar Uang Kembali Setelah ditipu saat belanja Online

Nah tips ini, jika anda sudah terlanjur juga mengalami, mudah – mudahan share dari pak Haryo Ardito ini, bisa anda gunakan sebagai panduannya ya.

cara menghindari penipuan saat belanja online

Saya share ulang seperti ditulis di sosmed beliau dan juga saya capture seperti gambar di atas. Saya memang belum penah melakukan ini, tetapi beliau yakin dengan cara ini bisa membantu, walaupun dengan catatan selalu ada syarat dan ketentuan maisng – masing bank.

Buat anda yang tertipu belanja online dan ingin uangnya bisa kembali*, simak baik dan ikuti langkahnya berikut ini :

  1. Membuat Surat Laporan Penipuan Ke Pihak Kepolisian
  2. Datanglah ke bank sesuai bank anda
  3. Ceritakan kronologi secara runtut dan jelas
  4. Serahkan Surat Laporan Penipuan dari kepolisian dan Bukti transfer (struk transfer atau print out rekening koran)
  5. Nomer Rekening Penipu akan dibekukan
  6. Pihak Bank akan menarik uang di rekening penipu jika masih ada saldonya untuk dikembalikan ke rekening kita
  7. Kalau penipu GAK BALIKIN DUITNYA, pihak bank akan bekerja sama dengan polisi
  8. Penipu masuk daftar DPO dan segera dilakukan penangkapan
  9. Penipu harus menyerahkan sejumlah nominal uang yang anda transfer
  10. Penipu tertangkap dan uang dikembalikan

Langkah2 diatas bisa berbeda tergantung kebijakan masing2 bank.

Untuk proses lebih cepat, setelah rekening dibekukan bisa langsung hubungi si penipu untuk mengembalikan uang yg sudah ditransfer. Kalau tidak dikembalikan, uang yang ada di rekening penipu ga akan bisa diambil karna sudah dibekukan.

Jika info ini bermanfaat, BANTU SHARE dan tandai rekan, kerabat, saudara juga siapapun agar tidak menjadi korban penipuan berikutnya.

Solusi Bijak untuk Belanja Online

Cara Minum Kopi LIMMIT

Ada yang bilang begini, kalau saya mah lebih baik belanja offline saja, karena itu, susah melihat orang yang bisa dipercaya katanya. Setiap orang sih berbeda prinsip ya, tapi begitulah kenyataannya. Bahwa disetiap kesempatan itu kejahatan memang selalu ada.

Maka solusi yang saya bisa berikan adalah :

  1. Perhatikan reputasi yang bersangkutan
  2. Caranya mintalah akun sosial medianya
  3. Kemudian hubungi beberapa dari temennya, atau
  4. Cari identitasnya digoogle, seperti nohp, email, website, nomor rekening dari sana bisa kita lihat reputasi yang bersangkutan
  5. Perhatikan juga testimoni atau review2 dari pembelinya, jika belum ada, memang pantas untuk dicurigai.

Cara lain yang lebih mudah adalah berbelanjalah lewat marketplace yang menyediakan rekening bersama, seperti Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Karena belanja menggunakan ini lebih aman, dimana uang yang kita transfer itu  tidak langsung masuk ke rekening penjual. Uang akan masuk ke rekening penjual jika barang sudah kita terima, apabila barang belum kita terima, maka uang bisa dikembalikan lagi.

Hanya saja memang, sering kali kalau belanja Tokopedia, Bukalapak tidak bisa se enak di sosial media bisa langsung chatting dan teleponan, karena marketplace belum tentu semua online. Nah kebiasaan dari pembeli di Indonesia, masih cenderung harus tawar menawar, tanya2 walaupun sudah secara detail di buat di sana.

Mudah – mudahan bermanfaat

 

 

Iklan

Selamat malam teman-teman, saat ini menunjukkan waktu 22.26WIB menurut jam komputer saya, sesungguhnya saya ingin membuat materi untuk acara Workshop Internet Marketing di Pekanbaru pada tanggal 8 Desember 2012 yang akan saya bawakan langsung. Tetapi karena saya merasa turut prihatin dan ingin memberitahukan kepada teman-teman agar jangan terulang kembali seperti yang di alami oleh teman kita ini, maka saya akhirnya memutar tujuan saya dan menuliskan ini.

Salah seorang rekan EA (Enterprenur Action) melakukan pembelian ponsel murah di website ternyata setelah ditransfer uangnya sebesar Rp. 2,4jt ternyata ponselnya sampai dengan saat ini sudah 4 hari tidak dikirim2 dan nomor yang bersangkutan sementara tidak bisa dihubungi. Ada berbagai cara dilakukan oleh PELAKU untuk memperdaya para korbannya, mulai dari tag di facebook, kemudian sms ke hape dan diarahkan ke website yang ujung2nya melakukan penipuan.

Untuk itu saya mencoba menuliskan kembali bahwa Tips dan Trik untuk menghindari Penipuan pada saat melakukan pembelanjaan Online.

Menurut pengalaman saya yang juga pernah mengalami penipuan saat belanja online sejak tahun 2003-an, dimana sebelum melakukan pembelian secara online ada baiknya dilakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Cek NOMOR KONTAK dengan cara copy dan paste di google, maka akan ketahuan track recordnya, sebagai contoh jika nomor 0853 2222 8292 paste digoogle maka akan muncul, ternyata dia juga memiliki bebrapa blog yang menjual ponsel.
  2. Lakukan hal yang sama terhadap EMAIL, NOMOR REKENING, NAMA WEBSITE. Contoh : Copy dan paste BRI a/n Harun Purnomo. No rek 622301015064538 ke google, ternyata benar bahwa sudah pernah di bahas di twitter dengan hastag #Modus benar ini rekening digunakan untuk penipuan.
  3. Perhatikan nomor rekening di toko online SELALU dipublish, tidak ada toko online yang tidak memPUBLISH nomor rekening, jika tidak ada itu menjadi kecurigaan, tetapi bila ragu gunakanlah REKENING BERSAMA
  4. JIka ada bukti NOMOR RESI PENGIRIMAN misalnya JNE silahkan di copy nomor resi tersebut lalu di paste di website yang bersangkutan, misalnya JNE.CO.ID, silahkan lacak nomor resi yang sudah pernah dia kirim apakah benar keberadaannya atau tidak. bisa lihat contoh NOMOR RESI yang benar ada nomor resi yang saya link langsung ke JNE perhatikan nomor RESInya.

4 hal tersebut dapat anda gunakan agar anda bisa memastikan apakah yang bersangkutan benar2 toko online atau tidak sehingga anda tidak perlu takut untuk melakukan belanja online.

Dari hasil pertemuan yang pernah dilakukan oleh Disperindag Pekanbaru dengan Menkominfo dan Polda Riau bahwa untuk penipuan (baca : Forum Pertemuan Membahas Permasalahan Penipuan Dagang Melalui Internet) yang terjadi selama ini memang masih sulit untuk dilacak karena KORBAN PADA UMUMnya tidak mau melaporkan. Kemudian untuk website yang dilindungi oleh pemerintah adalah yang .co.id (baca dotkodotaidi).

Untuk itu jika memang mau, silahkan laporkan yang bersangkutan kepihak yang berwajib, minimal rekening yang bersangkutan bisa diblokir sementara.

Disamping itu juga bisa melaporkan kepada idsirtii.or.id sebagai organisasi yang dapat membantu permasalahan tersebut sehingga kedepan tidak ada lagi korban2 yang sama pada rekening tersebut. Karena mata sudah mulai mengantuk, demikian tulisan saya, mudah-mudahan bermanfaat, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.