Nama : Irwan Widodo dari Semarang
Penyakit : Hepatitis
Produk yang dikonsumsi :

Calcium I : 1/2 bungkus sehari
Cordyceps : 2-4 kapsul sehari
Beneficial : 2-4 kapsul sehari
Vitality : 1 kaspul sehari
Zink : 1 -2 kapsul sehari
Chitosan : 1 – 2 kapsul sehari

Saya merasakan sakit yang luar biasa, yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Ulu hati terasa sangat sakit seperti ditusuk-tusuk beberapa jarum, badan sangat lemas dan demam, kepala pusing sekali, mata berkunang-kunang, perut mual terus dan sering muntah. Menurut diagnosa dokter saya menderita penyakit hepatitis atau Liver atau sakit Kuning, ditandai dengan bola mata, kuku dan air seni yang kuning dan gejala seperti tersebut diatas.

Penyakit hepatitis saya derita di awal bulan Juni 2002, dengan kadar SGOT 1500 / SGPT 750. Makanan yang tidak boleh saya makan sangat banyak. Saya pun diopname sekitar 15 hari. Badan masih lemas, agak pusing dan mual tetapi sudah diperbolehkan pulang dengan kontrol tiap minggu dan pengobatan jalan selama 6 (enam) bulan, karena kata dokter penyakit Hepatitis baru bisa sembuh tuntas selama kurang lebih enam bulan. Biaya menebus resep obat jalan yang tiap minggu sekitar Rp 250.000,- selama enam bulan ke depan (total 2 juta tiap bulan atau 12 juta sampai 6 bulan).

Saya teringat sahabat saya yang menawarkan nutrisi Tianshi. Pertengahan bulan Juli saya mengkonsumsi nutrisi Tianshi yaitu Nutrient Hight Calcium Powder, Cordyceps, Beneficial, Vitality, Zink dan Chitosan. Ternyata hasilnya cukup dramatis, dalam jangka 10 hari setelah pulang dari rumah sakit, saya konsumsi nutrisi tsb. secara rutin, keluhan hilang dan kondisi saya kembali seperti sedia kala. Perubahan yang berlangsung sangat cepat. Istri saya memutuskan untuk cek darah ke laboratorium, ternyata betul-betul normal. Kami kontrol ke dokter dengan menunjukan hasil tes lab, beliau ternyata tidak percaya begitu saja. Saya diminta untuk cek ke laboratorium yang lain. Hasilnya pun memperlihatkan kondisi yang normal alias sudah sembuh. Akhirnya Dokter pun mengakui kesembuhan saya dan kehebatan Nutrisi Tianshi.

Ny. Eke Cahyanti (30 th), Srengseng Sawah, Jaksel

Setahun yang lalu saya menjalani operasi karena ada endometrosis. Dokter yang menangani saya berganti-ganti, dari dokter di Rawamangun hingga dokter di Puri Jaya. Dua dokter ini sama-sama bilang, agar saya menjalani penyuntikan setelah operasi karena ada darah yang menyebar di rahim saya. Darah itu tak mau keluar meskipun saya sedang haid. Penyuntikan itu adalah jalan keluar agar darah yang dirahim bersih sehingga saya bisa hamil. Tapi waktu itu saya masih berpikir pada mahalnya biaya penyuntikan.

Saya sendiri kala itu belum menjadi member Tianshi. Baru ketika mertua saya sembuh dari penyakit yang dideritanya, saya masuk Tianshi. Karena bonus saya masih kecil, saya belum belikan produk Tianshi, Bonus yang saya dapatkan terus terang untuk keperluan yang lain. Secara kebetulan ada tante yang melihat penderitaan saya setiap kali haid. Memang setiap kali haid, sakitnya luar biasa. Bahkan saya sampai nyaris pingsan selama tiga hari pertama datangnya masa haid. Mungkin karena tante kasihan, dia menawarkan diri untuk membelikan produk Tianshi untuk saya.

Kemudian, saya minum Chitosan, Cordyceps, dan Calsium 1 serta Calsium 4. Eh, belum sampai setengah botol habis, saya sudah haid lagi padahal bukan masanya saya haid. Jadi pada tanggal 30 saya haid, pada tanggal 10 bulan depannya saya mendapat haid lagi,padahal haidnya menakutkan, seperti kran baru dibuka, seluruh darah bergumpal keluar. Ngeri banget. Rupanya darah yang terkumpul di rahim yang harusnya disuntik, telah keluar sendiri setelah minum produk Tianshi. Setelah keluar darah, badan saya terasa lebih enak.

nehnya, tanggal 7 bulan depannya lagi saya nggak haid lagi. Dua minggu terlambat haid, saya periksa ke dokter. Sungguh surprise dokter menyatakan saya positif hamil. Ini kehamilan pertama setelah tiga tahun saya menikah. Sungguh luar biasa. Dokter yang mengoperasi saya juga ikut kaget, karena kasus seperti saya kemungkinannya hanya 15%. Saya sekarang sudah ngidam lo, suka warna baju pink yang berpinggang.