Selamat pagi sahabat – sahabatku, selamat pagi, Senang bisa menyapa Anda kembali dalam tulisan saya kali ini 3 hari sudah memasuki bulan April 2015. Setelah memasuki hari pertama bulan April 2015, saya menerima persis seperti pada judul di atas ini, Sampai dimana Anda?

Berhenti sejenak, berfikir sambil memandang ke atas, dalam hati saya berkata, bener juga, saya saat ini sudah sampai dimana, emang pas judulnya “Sampai di mana Anda?”, karena beberapa hari terakhir saya mencoba menuliskan tentang rencana masa depan, perlukah?

Cara mendaftar asuransi kesehatan prudential di Pekanbaru

Sekarang kita sudah memasuki bulan ke empat dalam tahun 2015, bener tidak terasa, 3 bulan suda kita hidupi, jika anda seorang Sales Manager di Perusahaan yang punya target atau apapun jabatan anda tentu akan bertanya, target kuartal pertama sudah sampai dimana. Tetapi yang luar biasanya, pertanyaan kepada diri kita sendiri sering terlupakan.

Bila Anda ditanya: “Sampai di mana Anda?”
Mungkin Anda akan menjawab: “Saya sudah jauh!” atau “Saya sudah sampai di sini!”.

Sesungguhnya bila Anda ditanya: “Sampai di mana?” Ada beberapa hal yang mesti dipahami/diklarifikasi terlebih dahulu, yaitu:
– Ini masalah apa
– Anda dari mana
– Anda mau ke mana

Sehingga posisi sekarang Anda berada dapat dijelaskan dengan benar.

Tentu selalu dengan ukuran, terutama dengan masalah keuangan. Terkait dengan Rencana Keuangan Tahunan baik pribadi maupun keluarga, saya bertanya kepada Anda: “Sudah sampai dimana?”

Mungkin sebagian dari Anda akan menjawab:

  • “Saya tidak tahu, karena tidak memiliki rencana!”
  • “Saya tidak tahu, karena saya tidak paham keberadaan saya!”
  • “Saya tidak kemana-mana, saya tetap di tempat yang sama!”

Ada juga yang menjawab:

  • “Saya sudah maju, tapi hanya sedikit!”
  • “Saya sudah mencapai dan melampaui tujuan saya per 3 bulan!”

Apapun jawaban Anda, itu mencerminkan perjalanan Anda dan akan menciptakan “nasib” Anda di masa depan! Walaupun memang tidak ada yang tau apa yang terjadi besok, bukan?

Tetapi pentingkah? mungkin sebahagian ada yang menjawab penting. Maka jawaban mereka bisa jadi begini, 3 bulan sudah saya hidupi, layaknya pundi masa depan saya sudah bertumbuh karena:

  1. Saya sudah sisihkan 10% – 20% setiap bulan dari penghasilan yang diterima
  2. Saya akumulasikan dalam sebuah rekening investasi
  3. Saya tumbuhkan dalam berbagai jenis instrumen investasi

Adalah sebuah kesia-siaan bila kita hanya mampu bertambah tua,  namun tidak bertambah bijak! Adalah sebuah kehampaan menyambut dan menatap masa depan, tanpa sebuah rancangan dan komitmen! Apakah masih menunggu? Merencanakan keuangan itu sederhana, hanya saja Melaksanakannya perlu komitmen penuh, Merancang masa depan itu mudah, Bila ada kehendak dan kendali diri.

Itu pendapat saya, paling tidak meringankan masalah jika kelak menghadapi kendala di hari esok. Memang merencanakan keuangan tidaklah menjadi solusi 100% di masa yang akan datang, tetapi paling tidak membantu kita untuk mengurangi beban atau masalah di masa yang akan datang. Semangatku berbagi tulisan ini, hanya karena mengalami kejadiah pahit dengan keluarga sahabat, masih melekat di hati, 13 juta diganti dengan nyawa hanya Tuhan yang tau.

Tulisan Terkait :

Mengingat status facebook saya kemarin, Apakah anda pernha bertanya kok : “Bos saya bertambah kaya tetapi saya hanya bertambah tua ya?” ha.. ha.. saya ingin tertawa tapi sayang anda tidak bisa mendengarnya sobat. Oh ya kenapa saya menuliskan cerita ini? Sebentar sebelum saya menjelaskannya ada yang bilang ketika anda mulai berfikir demikian sesungguhnya anda sedang mendapat penyakit menular namanya “Mengeluh stadium 3”.

Solusi-keuangan-keluargaOK, teman-teman saya mencoba menuliskan ini ketika saya membaca tulisan pak James Gwee dalam ulasannya di Majalah Marketing yang berjudul “Sebagian Besar Penjual Tetap Miskin”. Saya tidak tau judul itu menyinggung perasaan anda atau membuat anda untuk berfikir positif tentang pengalaman anda yang saat ini atau kondisi itu pernah anda alami. Tetapi saya merasa bahwa ada kemarahan positif dari pak James Gwee sehingga mengeluarkan judul itu.

Kenapa saya katakan demikian, karena memang beliau sudah memberikan berbagai macam strategi jitu dalam menjual kok para penjualnya masih banyak yang mengeluh tidak ada peningkatan, gaji tidak cukup, sepertinya pekerjaan saya terlalu berat termasuk “Bos saya bertambah kaya tetapi kok saya hanya bertambah tua”.

Hal ini mungkin bisa terjadi karena target – target anda tidak jelas. Kebanyakan kita mampu mengejar target perusahaan hingga miliaran rupiah pertahun tetapi secara pribadi kita tidak mampu mencapai target baik itu yang kecil yang sesungguhnya dipengaruhi oleh gaya hidup. Kemungkinan penghasilan atau insentif habis hanya untuk memenuhi gaya hidup seperti gadget baru, baju baru, laptop baru dan lain sebagainya.

Hal ini juga bagi teman-teman yang bisnis online, ketika kita masih berlaku seperti kebanyakan orang menghabiskan semua uang dan tidak menginvestasikannya maka kita akan terserang penyakit menular yang saya sebut di awal tadi. Saya jadi teringat tulisan saya kemarin setelah “Habiskan saja gajimu”.

Maka jika anda tidak ingin digerogoti dan dimiskinkan oleh penyakit itu segeralah lakukan saran dari para perencana keuangan seperti langkah berikut ini :

  1. Lakukan Financial Check-up; apakah ini perlu, tentu sangat dibutuhkan, sama halnya dengan penyakit, ketika anda sudah general check-up dan tau apa penyakit akan lebih mudah untuk mengobatinya. Keuangan juga demikian, ketika anda sudah tau kondisi saat ini akan lebih mudah untuk memperbaikinya.
  2. Edukasi diri sendiri secara financial; banyak orang bingung ketika punya uang tidak tau mau diapakan uangnya. Tetapi banyak juga yang lebih bingung ketika tidak memiliki uang, sehingga mau punya uang atau tidak sebaiknya harus mengetahui sedikit tentang keuangan agar lebih mudah untuk mengaturnya. Hal ini erat kaitannya dengan investasi.
  3. Komitmen pada diri sendiri untuk menyelesaikan segala utang; jika selama ini masih memiliki utang terutama untuk tujuan konsumtif, sebaiknya kembalilah kejalan yang benar dan selesaikanlah itu, termasuk selama ini yang menggunakan kartu kredit dan hanya membayar minum payment, jika ini masih anda lakukan secara perlahan2 anda akan dibunuh secara financial, iiiihhhh sadis ya.
  4. Berhentilah membuat utang-utang baru ; seperti saya sebutkan dipoint 3 tadi jika utang hanya untuk konsumtif sebaiknya ditunda, lihat lagi point satu anda dan tentukan tujuan financial anda. Pelajarilah investasi, menciptakan utang untuk membeli emas akan lebih baik.
  5. Atur ulang budget bulanan anda; agar lebih mudah untuk mencapai tujuan financial anda, sebaiknya atur ulang budget bulanan secara konsisten. Saat ini sedang trend2nya perencanaan keuangan, sebaiknya mulailah untuk mendapatkan ide2 baru untuk lebih baik tentang tujuan keuangan anda.

Mudah-mudahan bermanfaat dan solusi keuangan rumah tangga teratasi sehingga anda semakin kaya dan semakin mulia tentu yang paling penting adalah BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN. Salam Sukses, take root & grow.

Artikel Sebelumnya :